Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

tanpaku.


"That if you say goodbye today, 
i'd ask you to be true.
Cause The hardest part of this is leaving you..."
(MY CHEMICAL ROMANCE)


Kini aku melihatmu berjalan dan tertawa.
Kau akan baik-baik saja di sana.
Ya. Bahkan mungkin bisa lebih baik tanpaku.

Entah mengapa melihat punggungmu saja sudah cukup menenangkanku.
Senyum getir akan mengembang sesaat ketika kusadar bahwa yang berjalan menjuauh itu kamu.
Memang bukan sebuah senyuman yang tulus.
Karena membiarkanmu berjalan di depanku sendirian itu menyakitkan.

Aku tau kau tak bisa sendirian dalam waktu lama.
Tetaplah berjalan, teruslah maju.
Kau akan menemukan seseorang yang bisa kau genggam tangannya.
Dia yang lebih dibanding aku akan menghampirimu sesegera mungkin.
Segera setelah kau beranjak dari tempatku.

Aku tidak akan menyalahkan kamu atas itu.
Aku mungkin akan menyesali kepergianmu dan kedatangannya yang menggantikan posisiku.
Tapi aku tidak akan berlari untuk menahanmu.
Karena kau pantas bahagia,
Dengan atau tanpaku...

Rabu, 30 November 2011

aku menunggumu di sini.


Kelak ketika kau kembali,
kau akan tau.
Aku tak beranjak selangkah pun sejak kepergianmu,
karena AKU hanya inginkan KAMU untuk merangkai kata KITA, 
bukan dengan DIA.

Cinta tak hanya "I LOVE YOU"


Cinta tak seserdahana mengatakan i love you
karena di dalamnya terdapat banyak pertimbangan,
tersimpan aku rindu kamu, aku ingin kamu mengerti, aku ingin yang terbaik untukmu dan aku ingin-aku ingin yang lainnya..

Sabtu, 12 November 2011

Kisah Cinta Sejati Ali bin Abi Thalib RA dan Fathimah Az-Zahra RA

Sungguh beruntung bila diantara kita ada yang bisa mengikuti jejak cinta dari seorang Ali bin Abi Thalib RA dan istrinya Fathimah Az-Zahra RA. Karena keduanya adalah sosok yang memiliki cinta sejati yang mumpuni. Saling mengisi dan percaya dalam mengarungi bahtera kehidupan. Saling menenguhkan keimanan masing-masing kepada Allah SWT. Dan untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti kisah singkat tentang cinta sejati mereka:


Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah, karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.
Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakar Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.


”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan Rasul-Nya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakar ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Namun, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

Umar ibn Al-Khaththab. Ya, Al-Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakar dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan ’Umar.”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al-Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulullah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali pun ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan. Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulullah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ” ”Aku?”, tanyanya tak yakin.”Ya. Engkau wahai saudaraku!” ”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi disana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak, itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan. ”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu? ”Entahlah…” “Apa maksudmu?” “Menurut kalian apakah ’”Ahlan wa Sahlan” berarti sebuah jawaban!” ”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkanAhlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !” Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakar, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang, bukan janji-janji dan nanti-nanti.

Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” 

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ” ‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fathimah pun berkata; “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”

Kemudian Nabi SAW bersabda: “ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fathimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut”

Kemudian Rasulullah SAW. mendoakan keduanya: “Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak”

[Disadur dari: kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4]

Kamis, 27 Oktober 2011

Sepucuk surat harapan

Kata orang, SAYANG itu menerima apa adanya.
Kata mereka, jika kita berusaha merubah seseorang, itu tanda bahwa kita tidak benar-benar SAYANG..

Tapi mereka bukan aku.
Caraku MENYAYANGI adalah dengan menuntunmu ke jalan yang lebih baik.
caraku menunjukkan KASIH SAYANG adalah dengan mengingatkan dalam kebaikan.
CINTA pun sesungguhnya milik Allah,
maka hanya akan kutitip dan arahkan menuju dan searah di jalan-Nya..

Wujud sayang aku padamu bukan dengan memberikan harta.
Aku tidak bisa memberimu dunia,
aku hanya mampu memberikan CINTA dan DOA untukmu..

Aku ingin bersamamu di Syurga kelak,
bukan hanya bersama di dunia,
semoga Allah Yang Maha Cinta berkenan menyatukan kita kembali di tempat yang lebih indah..

Dan ketika aku lelah mengingatkan,
Jikalau suatu saat nanti aku melepasmu dan membiarkanmu berlaku sesukamu,
kala itu, mungkin RASA SAYANG yang kupunya telah memudar..

Kadang aku pun ingin mengabaikanmu,
Kadang aku berfikir perubahan positif darimu akan mustahil terjadi..
hingga akhirnya Allah menegurku..
Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi dengan sia-sia
semua telah melalui persetujuan-Nya..
maka, selama kita percaya pada kebesaran Allah,
pasti akan selalu ada jalan,
dan aku percaya perubahan positif itu akan segera menyambangi kehidupanmu..

tak terganti.

Do you remember 'us' ? 
Even though, u get a new one, u'll find that our memories stay forever in ur heart..
People and feeling can come and go. 
But the memories never go anywhere, they will stay forever and ever...
-Bahjatul Fitriyah


Jangan terlalu munafik.
kau mungkin bisa berkata bisa melupakanku.
tapi kenyataannya kenangan kita tak akan pernah bisa terhapus.

Ingin digantikan oleh siapapun posisiku.
aku tak akan pernah terganti.
karena sesuatu yang berharga akan menetap di hati, bukannya silih berganti.

Maka jangan coba menyingkirkan aku.
seberapa pun kuat usahamu.
percuma.
kelak jika aku muncul kembali, border yang sudah susah payah kau bangun pasti akan hancur..


teruntuk mereka,
 yang ingin menggantikan dan melupakan seseorang.

Sabtu, 08 Oktober 2011

aku untuk cinta.

aku tidak akan tampil cantik di matamu.
aku juga enggan sok bijak atau pintar di depanmu.
jangankan bersikap manis manja saat bersama.
seringnya justru aku menjadikan diriku terlihat minus di hadapanmu.
sekalipun harus, maka bukan karena ingin kau puji..

beberapa perempuan akan mempoles dirinya agar menawan di matamu,
sementara aku mungkin akan lapuk karena tidak mengenal fashion.
tapi aku tidak peduli.
atau mungkin lebih tepatnya, aku melatih diri untuk tidak peduli..

ketidakpercayaanku akan cinta sejati dan cinta tak bersyarat kadang membantu.
bahkan sangat membantu.
membuat diriku seakan sadar bahwa belum ada pewajaran atas kehadiran cinta untukku.
jadi aku tidak perlu pusing-pusing bersedih dan gundah gulana.
meski pada dasarnya aku juga ingin dicintai..

aku tidak mau tampil cantik, modis, pintar, anggun, baik di hadapanmu,
aku tidak bersedia kau nilai plus
dengan cara menampakkan beberapa hal hebat itu hanya saat bersamamu.
karena menurutku,
jika cinta harus hadir, maka lebih berkesan
saat ia tumbuh tanpa syarat dan berkembang karena suatu alasan.
sebab cinta harus membawa pada kebaikan, bila tidak merubah menjadi lebih baik
maka itu bukanlah perasaan cinta..

kala virus merah jambu menyambangi 'mereka' (2)

siapa yang tidak pernah jatuh cinta?? perempuan mana yang tidak melambung saat diberikan perhatian berlebih. lelaki mana pula yang tidak merasa diistimewakan saat seorang perempuan mengaguminya..

"karna cinta, kita bisa mati terbunuh 
tapi karna cinta pula, kita mampu bertahan hidup. 
Cinta memang punya kekuatan. Tapi kita selalu bisa memilih.. 
Bukan salah perasaan. Cinta itu fitrah. 
Yang salah adalah peletakannya. Yang salah adalah sikap kita menyingkapinya.."

wajar ada desiran di hati. bahkan sangat wajar saat virus merah jambu datang menyambangi seseorang. seberapapun cepat atau lambat lajunya, cinta tetaplah cinta..

namun sayangnya, cinta menjadi begitu sakral saat datang pada mereka yang berbeda. pada mereka yang belum siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.. hmm, berapa banyak sih yang berani melamar saat sadar bahwa ia telah jatuh cinta secara berlebihan ?

yap, benar! Sedikit.

sementara bagi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk hidup berlandaskan iman dan islam. tidak ada satupun pembenaran atas fenomena pacaran , kala itu virus merah jambu akan terasa jauh lebih sesak. karena cinta yang hadir ternyata mampu menggoyahkan tembok pertahanan iman...

desir lirih perasaan cinta pasti pernah terasa di hati seorang manusia,
seberapa pun pahamnya ia bahwa perasaan itu masih illegal karna muncul sebelum waktunya.
dan membunuh apa yang tumbuh dengan cepat itu jauh lebih sulit.
terutama jika kita baru menyadarinya disaat ia sudah mengakar...

Rabu, 21 September 2011

Kutipan Menarik dari Drama Korea “You’re Beautiful”

The sweet words come from...

Go Mi Nam
  • “Aku bisa melihat bintang spesial itu sekarang”
  • “Jangan terus berpegang pada aku lagi karena aku tidak ingin menyakitimu lagi ..”
  • “Bintang, aku menangis dalam kegelapan. Apa yang harus aku lakukan?”
  • “Namun, kamu tidak bisa memaksa dia untuk mencintai kamu ..”
  • “Aku berharap bahwa dunia bisa diam jadi aku bisa membuat hatiku yakin dan mendengar itu semua dengan benar.”


Hwang TaeKyung
  • “Sepatu mereka harus sesuai untuk dia yang menjadi Cinderella ..”
  • “Tolong, jangan berdiri di tempat yang tidak bisa aku melihat!”
  • “Aku akan terus mengatakan padamu, jadi dengarkan baik setiap hari. Aku mencintaimu. “
  • “Kamu tidak bisa mendengarnya karena aku hanya berteriak itu di dalam hati saya.”


Jeremy
  • “Dunia ini bulat, jadi tidak peduli seberapa jauh Anda pergi, sama seperti bus sihir, Anda segera akan kembali ke tempat di mana Anda berada.”
  • “Menyukai seseorang tidak berdosa.”



Kang Shin woo
  • “Kamu sudah disana, hanya satu langkah ke depan ..”
  • “Aku benar-benar tidak ingin melihat kamu menangis lagi.”


Others
  • “Membiarkan orang yang anda cintai pergi bukanlah cinta.” -MoHwaRan
  • “Anda yang terakhir sehingga Anda yang paling aman ..” -Manager Ma

Sabtu, 10 September 2011

Someday We Will..

it's just about the time,
everyone is relate,
each two of them will be together forever,
and i believe that someday we will,
we will find and meet somebody to love,
in the right place, at the right time, with a right one..

:)

Jumat, 09 September 2011

Bukan Salah Cinta

Ini bukan salah cinta,
karena pada hakekatnya ia terlahir suci..
Kesalahan terletak pada caramu menunjukkannya,
caramu membuktikannya,
dan caramu menempatkannya...
Karena cinta,
adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk makhlukNya...


Sebuah Tanaman.

Tak ada yang salah dengan "tanaman" ,
ia tidak memperburuk satu atau lain hal jika ditempatkan di posisinya,
benihnya memang dapat tumbuh dengan cepat,
sehingga memaksa kita lebih berhati-hati,
untuk tidak menaburkan benih di sembarang tempat,
terlebih di tanah yang gambus...

Selayaknya sebuah tanaman,
mereka memiliki waktu-waktu tertentu,
mulai dari menanam sampai pada masa panennya,
ikuti alurnya dengan baik,
karena sudah sepantasnya demikian...

Ada beberapa tanaman yang tumbuh di dalam rumah kaca,
dengan perhatian dan penjagaan yang lebih intensif,
hanya saja luas sebuah rumah kaca sangatlah terbatas,
sehingga tidak semua tanaman bisa masuk ke dalamnya,
khusus tanaman terpilih yang diperbolehkan berada di sana...

Tempat tumbuh para tanaman memanglah bervariasi,
namun sekalipun berbeda,
nama dan proses yang meraka lalui tetaplah sama,
masih dengan kategori, "Sebuah tanaman"...

Ini Bukan Waktumu.

Sesuatu,
atau apapun itu,
pergilah dahulu...

Aku memang membutuhkanmu,
hanya saja ini bukan saat yang tepat,
belum masanya bagiku...

Wahai sesuatu atau apapun itu,
menepilah di kejauhan,
aku akan membiarkanmu ke luar dan bergejolak,
nanti,
bila saatnya tiba...

Kamis, 08 September 2011

What Should I Do

Now i'm so confuse...
I don't know why everything become so weird for me...



Could you tell me what should i do...

Selasa, 06 September 2011

kala virus merah jambu menyambangi 'mereka' (1)

: Repost dari Salah satu note di fb Kak Hajiah :



Bismillahirrahmaanirrahiim.

Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam keridhaanNya. Cinta itu fitrah semua makhluk. Dikaruniakan pada jiwa-jiwa yang dicintaiNya. Dikarenakan ia suci dan berasal dari Dzat yang Maha Suci, sepatutnyalah kita menjaga agar ia tetap pada fitrahnya. Wajar jika ada perasaan cinta, sayang, rindu atau kagum pada lawan jenis. Bersyukurlah, karena masih diberikan karunia itu. Tapi seringkali kita terlena, hingga lupa dan tanpa sadar mengotori fitrah yang telah Allah berikan.

Ya Allah..., Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang... Dzat yang Maha Mengetahui apa yang tampak dan tersembunyi. Aku yakin Ya Rabb.., Kau telah tuliskan garis kehidupan untukku, tuk tiap episode perjalananku menujuMu. Aku pun yakin, Kau telah tuliskan satu nama untukku, tuk temani perjalanan hidupku..., meniti cintaMu. Jadikan Ya Allah..., hatiku hanya mengharap keterangan dariMu. Tiada sedikitpun hawa nafsu menelisik, menyusup, dan merusak keterangan atas ingatan pada ketetapanMu.

Ukhtifillah rahimallah..., tentang cinta, sayang, rindu, kagum atau apapun nama rasa pada lawan jenis, jadikan sebagai muhasabah diri tuk senantiasa memperbaiki diri. Mendekatkan diri pada Rabb semesta alam. Bermohonlah padaNya agar Ia senantiasa mendekapmu dalam hangat cintaNya.

Terus mendekat pada Dzat yang Maha Menjaga. Ia kan mengiringi jiwa-jiwa yang tunduk patuh pada ketentuanNya. Tak mudah memang tuk menundukkan hati setelah dihadapkan pada kondisi seperti ini, terlebih ada dalam lingkungan yang sama. Kadang kala, bahkan seringkali dengan halusnya syaithan laknatullah membisikkan hal-hal yang semakin melemahkan hati kita. 'Santai saja..kalian hanya berkoordinasi tentang amanah dakwah', bisik mereka. Maka bermohonlah wahai jiwa agar Ia senantiasa menguatkanmu. Agar Ia senantiasa melindungimu dalam kecintaan yang Ia cinta, pada jiwa yang halal tuk kau cinta.

Meniti jarak hati dengannya, bukan jarak jasadiyah. Jika ia lelaki yang shalih, ia pun akan menjaga hatinya. Jika ia mengetahui perasaanmu padanya, ia kan menundukkan hatinya, karena ia takut akan murka Allah padanyA ketika ia tak mampu menjaga hatinya. Dan jika ia lelaki shalih, ia takkan mengumbar perasaannya terhadap siapapun, kepada siapapun. Mari kita tengok lembaran sejarah. Tercatat bagaimana Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad menjaga hati mereka. Hingga tiba masa mereka melangkah pada penyempurnaan setengah agama. Dan sejarah pun mencatat ke-SAMARA-an keluarga mereka.

Biarkan cinta berekspresi menjadi keshalihan, perbaikan diri hari demi hari. Karena janji Illahi telah terukir di pelataran wahyu. Keshalihan akan menjumpai keshalihan (QS. An-Nuur (24):26).



*sumber : Buku serial cinta "Agar Bidadari Cemburu Padamu" karya Ust. Salim A Fillah

Jumat, 02 September 2011

aku ingin kamu.

Jika membiarkannya pergi adalah kesalahanku,
maka aku takkan mengulangi kesalahan itu padamu.

Cinta laksana tanaman. Butuh pupuk.
Membiarkan cintanya memudar adalah penyesalanku,
dan takkan ku lakukan padamu.

Cinta adalah rahasiaNya.
Jika aku tak pernah tau pada siapa akhirnya aku akan hidup bersama,
salahkah aku jika mendahului keputusan Tuhan dengan menginginkan kamu di sisiku??

Rabu, 31 Agustus 2011

Hampir..

Hampir.
Hampir saja aku percaya padamu.
Hampir saja kau ku biarkan masuk.

Tapi aku harus berhati-hati setelah ini.
Karena mungkin,
kamu tanpa sepengetahuanku telah menyelundup masuk.
Karena mungkin,
aku sudah terlanjur percaya padamu..

Aku hentikan dari sini.
Apa bisa kau juga menjauh?
Aku sudahi sampai sini.
Apa mampu kau mengatakan kebenarannya?

Jangan melangkah lagi,
atau kita akan sama-sama terluka.
Mundurlah dengan perlahan.
Sebelum kita tersakiti lebih jauh..

Jumat, 22 Juli 2011

i'm doubt for you..

everything from you it's something. it's a suprise for me.
your text and then our eyes contact, that made me felt like i'm flying.
i don't know what it is.
i never think that you love me. i never guess a statement like that. Surely i didn't!
until you said that you love me indirectly.
like a puzzle that i've to search the puzzle pieces for making right picture one.

but, the time was still running when the world made some distance for us.

i heard the issue. Is it true that we are in the same line and one paradigm? 

Are you really still waiting for me?

There are many women who better than me. so many women in this world,
Many people that you can choose. So why you're choosing me??

Rabu, 20 Juli 2011

Cinta dan Perpisahan

Cinta.
Begitulah bunyinya.
Terdengar indah meski hanya sebuah kata kiasan.

Semua orang tau bahwa ini adalah kata penjebak.
Makhluk hidup butuh cinta, meski tak jarang menolak untuk mencintai.

Cinta membuat segalanya terasa menyenangkan.
Mengelabui otak dengan satu rasa yang dibiarkan bersarang dalam hati.
Tak ada satu orang yang bisa menebak datangnya cinta,
sama halnya seperti kehadiran meteor di langit malam, tak pernah terduga..
Demi cinta, seseorang rela mengorbankan segalanya.
Karena cinta, seseorang mampu berdiri dan terjatuh bahkan terjerembab ke jurang terdalam.
Cinta memang punya kekuatan untuk meninggikan,
namun disisi lain, ia adalah racun yang bisa mematikan..

Kebanyakan mereka begitu menikmati kehadiran cinta.
Hingga pada akhirnya mereka lupa bahwasanya
Segala hal di dunia ini tak ada yang abadi.
Bahkan disetiap pertemuan, pasti selalu ada perpisahan,
mau tidak mau , suka tak suka..
Hukum Alam akan terus berlaku.
Kata Good Bye pun menjelma menjadi kata-kata yang dibenci mereka yang sedang dimabuk cinta.
Meskipun penikmat cinta sebenarnya mengetahui bahwa perpisahan adalah hal yang pasti terjadi.
Ungkapan selamat tinggal kadang juga berganti menjadi ungkapan cinta yang begitu penat di hati.
Seakan melepaskan meski tak tau bisa mengikhlaskannya atau tidak..
Dan mereka yang merasakan cinta yang pada akhirnya diharuskan untuk mengucapkan selamat tinggal,
akan berusaha untuk tetap move-on menjalani kehidupan.
senyuman akan terpajang di wajahnya, meski terpaksa sekalipun..
walau kadang justru terlihat seakan menyeringai kesakitan,
karna dengan senyuman, mereka bisa bangkit dan mengobati luka perpisahan itu..

TETAPLAH TERSENYUM, KARENA HIDUP BELUM BERAKHIR HANYA KARENA KAU HARUS KEHILANGAN CINTAMU !!

Rabu, 22 Juni 2011

Aku Beranjak dari Jalan 'Kita'

satu hari yang lalu aku memang masih di ujung jalan itu
menunggumu berharap kau akan kembali
tapi semua rasaku pudar saat ku tau kau berpaling

beratus hari tanpamu aku bisa
berjuta detik tanpamu telah aku lewati
aku bisa jauh darimu beratus mil pun aku mampu
hanya saja saat kau putuskan untuk meninggalkanku
sedetikpun aku tak mampu berdiri tegak
tanpamu aku laksana daun kering yang tertiup angin

kini semua terekam dalam benakku
bagaimana kau berjalan membelakangiku
bagaimana raut bahagia yang kau pamerkan setelah berlalu dengan wanita lain

aku pikir kau bahagia
jadi sesegera mungkin aku menyeka linangan air mataku dengan tetesan hujan pagi itu

aku telah pergi kemarin
memutuskan untuk meninggalkan jalan kita
tepat sebelum kau beranjak dari belaian wanitamu

rupanya itulah wujud dari cinta sesaat
yang kemarin hampir mematikanku
hanya cinta sesaat yang kemarin begitu kau banggakan
yang bahkan tak mampu melewati rekor jejak langkah kau dan aku, dulu

kini kau kembali
berbalik berlari mengejarku yang telah jauh berjalan
kau salah besar jika berfikir aku akan menoleh saat kau meneriakkan namaku
kau salah bila mengharapkan aku kembali padamu.

kemana kamu saat aku masih bertahan sendiri di ujung jalan ini?
Sudah cukup.
telan sendiri semua kalimat cinta dan sayangmu.
Jangan pernah memilih.  Aku bukan pilihan.