Minggu, 29 Mei 2011

Essai Syarat Menjadi Peserta Star Party II HAAJ

Astronomi dan Astrologi,
Seumpama Dua Sisi yang Berlainan
Oleh : Bahjatul Fitriyah


  1. Abstraksi
Bervariasinya ilmu yang terdapat di dunia nyatanya justru menimbulkan beberapa kaitan-kaitan tak terduga yang diciptakan manusia pada masa selanjutnya. Salah satu contohnya adalah disamakannya ilmu astrologi dan astronomi. Kemiripan diantara keduanya mungkin justru timbul karena membahas perihal “perbintangan”.

Sejarah mencatat perbelokan makna astrologi dan astronomi sejak dirumuskannya ketiga hukum gerak Newton, pergeseran paradigma dari fisika Aristoteles ke arah Mekanika Newton semakin terasa. Sebelum adanya Hukum Gerak Kepler, ia percaya bahwa hukum alam bisa dijelaskan secara matematis dan bahwa orbit benda-benda langit bisa dinyatakan sebagai orbit berbentuk lingkaran. Namun lambat laun, Kepler dipertemukan dengan  seorang bangsawan Denmark, dianggap sebagai pengamat astronomi terbaik yang juga sering mempraktekkan ilmu astrologi yang bernama Tycho Brahe, Keduanya masa itu masih berpegang pada paradigma Aristoteles bahwa benda langit mempengaruhi kehidupan manusia. Mereka sama-sama gelisah dengan teknik-teknik astrologi kontemporer. Dengan berbekal data pengamatan Tycho Brahe, Kepler berhasil menurunkan tiga hukum pergerakan Planet yang mulai mengubah pandangan orang tentang cara kerja alam semesta.

Sejak itulah, astronomi dan astrologi seumpama dua sisi yang berlainan. Pengamatan Kepler dan teori Mekanika Newton pada masanya menunjukkan bahwa hukum alam yang berlaku di Bumi ternyata sama dengan yang berlaku di langit, hukum alam ternyata bersifat universal. Astronomi sebagai salah satu cabang sains menemukan pijakan yang baru, yaitu teori-teori fisika. Dengan adanya pijakan yang baru ini astronomi semakin menjauh dari astrologi. Pengukuran dan pengamatan benda-benda langit kini tidak lagi dilakukan untuk meramal nasib manusia, tetapi untuk memahami bagaimana alam bekerja.

  1. Isi
Astrologi berasal dari kata Yunani yang berarti ilmu tentang bintang-bintang. Ilmu ini awalnya digunakan oleh bangsa Kaldea yang hidup di Babilonia pada permulaan tahun 3000 SM (Sebelum Masehi). Jika kita mendasari pada peninggalan artefak-artefak kuno, astrologi telah dikenal lebih tua lagi yaitu sekitar tahun 15.000 SM. Artefak-artefak ini banyak ditemukan di daerah Timur Tengah. Bangsa Cina di Asia kemudian mengadopsi ilmu ini untuk digunakan dalam kesehariannya. Astrologi mendasari ilmunya pada pergerakan benda-benda langit antara lain matahari, planet-planet, bintang, dan bulan. Para astrolog percaya bahwa posisi benda-benda langit ini berpengaruh pada kehidupan manusia dan peristiwa masa depan yang akan terjadi dapat diramalkan berdasarkan posisi benda langit tersebut.

Sedangkan Astronomi, secara etimologi berarti "ilmu bintang" (dari Yunani: άστρο, + νόμος), adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.

Astronomi merupakan ilmu peramalan juga namun yang diramal berbeda dengan peramalan astrologi. Penemuan empat satelit Jupiter oleh Galileo Galilei dengan menggunakan teropongnya membawa umat manusia kepada pemahaman baru terhadap objek langit. Pemanfaatan hukum fisika untuk menjelaskan pergerakan benda langit pada era Issac Newton dengan Hukum Gravitasi Newton-nya semakin menegaskan perbedaan antara astronomi dengan astrologi. Astronomi tidak menghubungkan pergerakan benda-benda langit terhadap kehidupan manusia. Astronomi merupakan ilmu sains yang mempelajari, memahami, dan meramalkan peristiwa alam yang terjadi di alam semesta.

Cakupannya tidak hanya matahari, bintang, bulan, dan planet saja tetapi meluas sampai ke galaksi lain atau bahkan kembali ke masa silam, suatu masa di mana alam semesta ini baru terbentuk. Meramalkan dalam kaitannya dengan astronomi lebih dimaksudkan pada upaya untuk memahami bagaimana suatu evolusi ataupun pergerakan benda langit dapat terjadi. Misalnya dalam memprediksi bagaimana kemungkinan sebuah asteroid menabrak Bumi, ataupun berapa lama lagi Matahari akan habis bahan bakarnya dan bagaimana Matahari, bintang terdekat dari Bumi, mengakhiri hidupnya. Di sinilah letak perbedaan antara astronomi dan astrologi. Astronomi mendasarkan ilmunya pada metode ilmiah.

Orang yang bekerja dalam astronomi disebut sebagai astronom. Sedangkan pada astrologi lebih dikenal dengan sebutan astrologer/astrolog.

Astrologi memang secara mendalam pernah digabungkan dengan astronomi, dan perbedaan jelas di antara keduanya diungkap kembali pada masa Galileo. Dia ialah orang pertama yang menggunakan metode ilmiah untuk menguji pernyataan obyektif tentang langit. Astronomi bermaksud mengerti jalannya fisik alam semesta. Hal ini secara khusus sangan menarik dan relevan di astrologi. Fokus utama kebanyakan bentuk astrologi atas korelasi yang tak terbukti antara gerakan fisik badan langit, dan berbagai urusan manusiawi, seperti peristiwa dunia, peristiwa di jiwa pribadi orang, dan bawaan sejak lahir ciri kepribadian

Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Keterbatasan pengetahuan membuat kebanyakan pengamatan dilakukan untuk keperluan astrologi. Lambat laun Zodiak pada astronomi dijadikan acuan untuk peramalan astrologi. Secara etimologi zodiak (zodiac) berasal dari kata latin zodiacus yang berarti (lingkaran) hewan. Hal inilah yang melatarbelakangi pemakaian nama-nama binatang untuk menamai zodiak. Sedangkan secara ilmiah, zodiak menyatakan suatu siklus tahunan dari 12 wilayah sepanjang lingkaran ekliptik (yaitu suatu pola lintasan perubahan posisi matahari di angkasa) yang terbentuk karena lingkaran ekliptik ini dibagi oleh gugus-gugus bintang menjadi 12 area dengan ukuran busur yang sama. Padahal fungsi utama zodiak adalah semacam peta kedudukan atau posisi matahari di angkasa, bukan sebagai penentu nasib seseorang.

  1. Penutup
Berbeda antara keduanya. Astrologi berasal dari kata Yunani yang berarti ilmu tentang bintang-bintang. Astrologi mendasari ilmunya pada pergerakan benda-benda langit antara lain matahari, planet-planet, bintang, dan bulan. Para astrolog percaya bahwa posisi benda-benda langit ini berpengaruh pada kehidupan manusia dan peristiwa masa depan yang akan terjadi dapat diramalkan berdasarkan posisi benda langit tersebut. Sedangkan Astronomi tidak menghubungkan pergerakan benda-benda langit terhadap kehidupan manusia. Astronomi merupakan ilmu sains yang mempelajari, memahami, dan meramalkan peristiwa alam yang terjadi di alam semesta.     

Dari dua pengertian tersebut seharusnya sudah cukup jelas bagi para pembaca untuk bisa membedakan apa itu astronomi dan apa itu astrologi. Sebab keduanya memiliki perbedaan yang begitu mencolok. Jika masih saja ada yang menyatakan kesamaannya dengan menyebutkan mereka masih sama-sama membahas seputar ilmu perbintangan. Suguhkan saja kepada mereka fakta bahwa astronomi memang merupakan ilmu peramalan yang berkaitan dengan angkasa namun yang diramal berbeda dengan peramalan astrologi yang justru malah menghubungkan antara perbintangan dengan perjalanan hidup manusia di muka bumi.

  1. Referensi
From website :

Minggu, 15 Mei 2011

Saya sdh giat belajar untuk uts ini, Pak.

'bahja kamu gak baca buku ya?' tanya dosen yg kukagumi dg nada setengah berteriak
'baca Pak, tp ngeblank semua' jawabku sekenanya lalu pergi,
dari belakang ku dengar beliau membalas jawabanku lg 'ngeblank? 4pertanyaan loh itu td' aku tak sempat menjawab, aku terlanjur berjalan keluar kelas dg hati yg lebur.

Mungkin dosen tsb masih mempertanyakan kekeluan lidahku dlm menjawab soal verbal drnya, begitu jg aku.

'lo terlalu nerveous jah, jd udh buyar duluan. Pdhl dr segi pemahaman, lw lbh paham byk drpd gw..' analisis salah satu temanku ini hampir bisa semakin membuatku merasa begitu bodoh.

Sekeluar dr kelas aku coba untuk mencari difolder mana otakku meletakkan pengertian dr foreign direct investment dan 5tahap proses negosiasi, dan benar saja. Aku tau jawabannya. Aku tau!

Saat itu ingin rasanya kembali kedalam kelas dan menyemprotkan semua jawaban dr mulutku, tp mustahil. Waktuku sudah habis. Dan aku terpaksa harus menerima kenyataan bahwa nilaiku dibawah standar minimum target!

Teman2 yg lain keluar dg sumringah diwajahnya yg semakin membuatku terpuruk. Alih2 bahagia, aku justru takut saat aku tau yg lain mendapatkan nilai perfect. Mereka beruntung sekali. Pikiranku melayang hendak mencari kambing hitam atas kejadian ini. Lalu ku dapatkan diriku berdiri didepan pintu hati kecilku.
Ia meminta maaf sejadijadinya, mengakui sgala kesalahannya, dan memaksa aku kembali pd Tuhanku..

Dengan segala kecanggungan dan segenap rasa malu karena aku br menyadari bahwa ternyata aku sdh cukup berjarak dg Allah. Ku coba menyambangi rumahNya kembali. Mengais penyataan maaf dan cintaNya yg sempat aku acuhkan hanya demi mengejar duniawi..

Hingga sampailah pd detik ini, aku memantapkan hati agar tak lagi lemah iman..
Dengan kepercayaanku kpd Allah, aku merubah segala pernyataan di awal td dg :

'bahja kamu ga baca buku ya?'
'baca pak, saya baca apa yg tdk bapak tanyakan. Saya baca apa yg bapak tanyakan.
Saya tau jawabannya pak, saya tau. Allah pasti tau apa yg saya tau dan apa yg saya inginkan..
Hanya mungkin Allah punya skenario lain untuk saya.. :)'

Ekspektasi, Kehilangan & Depresi

Terinspirasi dr lagunya vierra yg judulnya takut..

Sbnrnya gw jg takut bgt bakal kehilangan sahabat2, tmn2, atau pun yg lainnya.
Prnh ada yg ngmg ke gw "tak ada halyg lbh menyakitkan selain kehilangan."

Gw setuju 100%, eh engga2 1000%!
Kehilangan itu sakiiit bgt.
Lebih baik berjarak sejenak tp kelak akan tersambung lg, drpd terlepas ikatan yg tdnya sdh disampul dg sangat erat..

Gw sering bgt mikir klo semua org deket sm gw bukan karena ketulusan, meskipun pd kenyataannya gw sayang ke mereka jg kdg agak krg tuluuus meski udh gw coba sepenuh jiwa raga buat lillahi ta'ala..

Begitulah gambaran betapa susahnya nerapin ilmu ikhlas. Susahnya membiarkan berlalu apa yg udh kita kasih tanpa sama sekali mengharapkan sesuatu.
Pernah ada yg blg gini ke gue pas gw cerita ttg sulitnya ikhlas..
"simpelnya gini: kalau lo masih mengharapkan balasan, lebih baik ga usah ngasih apapun."

disisi lainnya, biasanya kehilangan identik dg harapan yg terlalu tinggi..
Contohnya aja nih, Kita berharap seseorang akan bersama kita selamanya, dan ketika ia memilih pergi dan hilang dr dunia ini, kita merasa depresi.
Ya. Depresi berat.

Nah kan? Jd jelas skrg knp seseorang bisa depresi ketika kehilangan seseorang.
Jd tambah lg bukti keterikatan antara hati dan pikiran...

Pdhl sebenernya nih yaa, Allah udh ngasih wanti2 ke hambaNya buat jgn berharap apalagi bergantung sm manusia. Karena ketika kita berharap pd selain-Nya, hanya kekecewaan yg akan kita dapatkan, cepat atu lambat..

Jd semua kembali lg kpd pribadi msg2, mau cepet depresi karena mikirin hal yg pdhl ga seharusnya dipikirin, atau mau bersusah payah nerapin ilmu ikhlas, sekalipun harus jatuh bangun dalam pemahaman dan pelaksanaannya..

Saya pilih yg kedua. InsyaAllah.. Bismillah..;)

hilang kemana kesehatanku?

Satu jam yg lalu.
Aku mengemis udara ditengah perihnya himpitan di dada.
Satu jam yg lalu.
Aku tertatih melangkah ditengah kaburnya pandangan mata.
Dan satu jam yg lalu,
aku masih berjuang sendiri untuk setidaknya bertahan hingga pintu rumah ku ambangi..

Lemah sekali.
Tubuh ini seperti bukan tubuh yg ku kenal 15 tahun lalu.
Seriusnya dunia membuat ku lupa bahwa tubuhku bukan batu karang yg kokoh.
Semrawutnya tugas semakin menampakkan batasan kekebalan yg dulu ku miliki.

Kini aku lemah.
Kini aku hanyalah manusia gemulai yang rentan terkena penyakit.
Entah kemana perginya kebugaran tubuhku dulu.
Entah hilang dicuri siapa kuatnya imunku kala itu.
Berusaha sepenuh jiwa raga pun aku tak mampu menjadikan tubuhku sesehat yg dulu..


Aku bersalah pada Tuhan.
Aku bersalah pada tubuhku.
Aku bersalah karna tak menjaga kesehatan yg bahkan pernah begitu aku banggakan

cowo gombal, omong kosong.

kenapa ya cowo itu banyak banget gombalnya, banyak banget janjinya padahal palsu..

bilang sayang tapi ninggalin..
bilang mau nunggu tapi berenti ditengah jalan..
haalaah gombalilitan bullshit!!

lama-lama kalo kaya gini terus gue bisa stereotyping [1] nih . yg ada diotak gw cowo itu pembohong.
daan ini sama sekali ga bagus buat gue ataupun yg lain nyaa.. --..--
makanya tolong doong kalian para lelaki, kalau misalnya emang ga niat gausah ngelepas kata2 sealaihum gambreng. jangan bikin wanita sakit diujung2nya pas tau kenyataannya apa yg lo omongin tuh cuma sekedar omong kosong.
bilang aja apa adanya gausa dilebih2in. gausa terlalu hebooh klo nyatain cinta. sakiiit kali begitu udah susah payah nyingkirin rasa waswas atau bahkan udah mati-matian percaya sekalipun hatinya curiga, tau-tau faktanya malah dibohongin lagi dibohongin lagi.
kalian tuh gatau gimana trauma yg perempuan rasain. makanya jujur aja apa adanya, gak usah sok manis.
mending gausah nge-gombal deh daripada cm omong kosong dan akhirnya cuma bisa nyakitin!!


-----------------
[1] Stereotyping adalah ketika Anda membentuk gagasan tetap atau gambaran terhadap sekelompok orang, maka anda berasumsi bahwa setiap orang dalam kelompok akan berperilaku sama (padahal Anda hanya bertemu satu orang atau beberapa orang dari kelompok tsb)