Minggu, 15 Mei 2011

DARI SIAPA UNTUK SIAPA ?

teruntuk kamu yang sangat aku sayangi, untuk kamu, perempuan yang selalu saja menolak untuk percaya pada cinta.
aku persembahkan ini untuk kamu, agar kamu mengerti seperti apa cintaku padamu, setidaknya bisa percaya dan tidak menganggap bahwa semua cinta itu palsu.

*awalnya akupun tak sadar bahwa ternyata kamu merubahku.
kamu mengalihkan pandanganku, kamu membuat aku mengerti apa itu curi2 pandang dan kamu menghadirkan perasaan aneh yg berdesir dihatiku saat bersamamu.
singkat kata, kamu membuat aku mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta.
hari demi hari aku berusaha untuk bisa selalu hadir diharimu, setidaknya di handphone-mu.
lalu suatu hari aku ajak kau berteka-teki, ttg cinta, itu tekateki yg sudah lazim dan aku yakin kamu tau, tapi kamu tidak menjawabnya, atau SENGAJA tidak mau menjawab ? entahlah, hanya Tuhan dan kamu yg tau..
hitungan waktu bukan lagi hari , sudah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan berlalu, aku yang mendekatimu perlahan-lahan akhirnya sadar bahwa kamu berbeda.
berbeda karena kamu menolak untuk percaya pd cinta, pandanganmu (bs diblg) sinis pd kata cinta..
kamupun menolak untuk pacaran lg sampai saat ini, aku tidak tau kenapa. mungkin karena alasan cinta atau bisa jadi karna agama ? entahlah..
setelah sekian lama mendekatimu akhirnya keberanianku pun terkumpul dan aku pun mulai melancarkan misi untuk memintamu menjadi kekasihku.
tapi kamu dg halus menolakku dan malah berkata “bgmn bisa kamu mencintai aku pdhl kamu tak mengerti dan tak tahu siapa aku sbnrnya?”
aku termenung sembari menjawab “kalau begitu biarkan aku mengenalmu lebih jauh, biarkan aku mengerti dirimu, bukalah sedikit hatimu untukku” dalam hati..
aku bertanya kenapa kamu menolakku, lalu kamu justru malah btanya lg “apa itu cinta?”
lalu aku paparkan ttg ketulusan dan pengorbanan juga ttg perasaan ingin menjaga.
kamu bertanya lebih jauh, kalau memang cinta itu tulus lalu kenapa berniat dan gigih ingin memiliki org yg dicintainya? pdhl tulus itu kan tdk mengharapkan apapun?
lagi-lagi aku terdiam mendengar ptanyaanmu, hatiku hanya berucap “yg aku tau aku ingin selalu ada disampingmu, karena bersamamu aku bahagia.”
“tapi aku bukan property, aku manusia dan aku hidup.” begitulah kamu membantah jwbnku.
selang beberapa minggu kau tak lagi hadir untukku, kau seakan-akan menjauh dariku tanpa aku tau apa alasanmu. terus dan terus aku berusaha untuk mencari tau alasanmu.
lalu ku dapati kamu tersangkut dicinta masa lalumu..
aku menunggu dan tetap menunggumu walau mungkin kau tak pernah tau. terus menanti walau mungkin nanti, hasil yg aku dapat tak seperti yg ku inginkan.

*aku mungkin bukan orang yg kau inginkan, tapi aku punya cinta yg menginginkan kamu.
jangan tanya kenapa kamu yg aku cintai karena akupun tak mengerti, jangan tanya secara mendetail ttg perasaan ini karena yg aku tau aku sangat amat peduli kpdmu, bahkan mungkin melebihi keluarga dan sahabatmu.
aku tau kamu bukan manusia sempurna, lalu kenapa? aku kan jg tidak sempurna. aku mohon padamu, jangan menjadikan ketidaksempurnaan manusia -yg tentu saja ada padamu- sbg alasan untuk tidak percaya bahwa kamu bisa dicintai.
kita sama-sama tidak sempurna. mungkin akan terasa lebih sempurna jika dua insan bersama saling melengkapi.
aku memang ingin terus bersamamu. bukan ingin menjadikanmu sbg property melainkan ingin menjadikan kamu pengendali diriku, karena hatiku tertuju padamu lantas kau pasti bisa mengarahkan aku. aku akan berusaha sebisaku untuk memenuhi kriteria2 orang yg bisa dg mudah kamu sukai tp aku takkan pernah bisa menjadi dirinya yg pernah kamu cintai dg perasaanmu yg sangat aku inginkan itu. aku akan berusaha supaya kamu tidak mencintaiku karena kelebihanku, sebab aku tak tau apa yg akan terjadi kelak pd hidupku, dan agar kau tidak membenci ataupun menjauh dariku karena kekuranganku sebab kamu bisa menjadi pengendaliku, dan aku menginginkan kamu sbg pelengkapku.

teruntuk kamu yg sangat aku sayangi, percayalah bahwa aku sungguh-sungguh mencintaimu, jika kamu tidak bisa mencintaiku setidaknya percayalah pada cinta manusia, kumohon jangan lagi menutup hatimu.
aku selalu berdoa semoga Tuhan membukakan pintu hatimu untuk bisa percaya dan mencintai orang lain, dan aku terus berharap semoga saja itu aku. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar