Minggu, 15 Mei 2011

Tumpukan Pertanyaan

aku tidak mau mengalaminya lagi,
keterlambatan memahami perasaan,
rasa bersalah atas ketidakpekaanku.
tapi apa benar aku yg bersalah ?

aku bukan peramal , aku tidak bisa membaca isi hatimu
aku belum pernah belajar perihal gelombang cinta,
jadi jangan harapkan aku mengerti sinyal2 yg kau tujukan padaku
aku juga tidak pandai menafsirkan sikap orang,
karena aku tidak mau berburuk sangka ataupun berlebih sangka.
lalu siapa yg harus dipersalahkan ?

apakah aku akan mengalami hal yg sama seperti waktu itu ?
apakah harus belajar meramal agar aku bisa membaca isi hatimu ?
apakah harus aku belajar gelombang cinta untuk mengerti sinyalmu ?
apakah aku harus memahami arti dan maksud dr segala sikapmu ?
lalu bagaimana jika aku salah penafsiran, bagaimana jika aku salah mengerti ?

apa aku salah ? apa aku tidak peduli ? lalu aku harus bagaimana ?
kau tau aku manusia,
bukan TUHAN Yang Mengetahui segalanya tanpa harus ada pemberitahuan dulu.
lalu jika kau sudah tau, mengapa masih bertindak sebegitu membingungkan ?

hhh , sudahi saja semua ini,
aku sudah lelah bersembunyi dibalik semunya tembok ketakutan..
utarakan saja isi hatimu,
katakan sayang jika kau sayang , dan bilang benci jika kau benci.
kenapa harus menunggu aku mengerti sendiri ?
kenapa selalu ingin dipahami tanpa mau memahami ?
kenapa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar